Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

dia adalah belahan hati ini

Gambar
Mohammad Andhika Purnama ( black rose ) DIA Dia yang menguncupkan fikiran ini Dia yang menjatuhkan lidah kelu ini Dia yang mencuri pandangan mata ini Dia gundah gulana hati ini bukan semilir angin musim semi Dia tapi membawa rasa harum cinta bukan gemeritik air musim hujan Dia tapi membawa teduh jiwa bukan panas musim panas Dia tapi membawa dahaga rasa hati kutulis Dia dalam suratan romansa ini kusimpan Dia dalam sangkar fikiran ini berputar Dia seperti piringan hitam hati ini kutitipkan Dia dalam panjatan do’a hamba ini kutetapkan Dia sebagai pemilik rindu ini yang pasti hanya dia pemilik, perindu, pendamba hati sunyi ini yang sedang memukul genderang dalam setiap dentuman jantung ini 15-11-18 Kontrakan bos Samping UTM, ceritanya lagi gabut

dia adalah tumpah daraku

Gambar
Mohammad Andhika Purnama   ( black rose )       DIA Dia lahir dalam jeritan kami Dia pecah dalam genangan darah kami Dia menangis melihat ulah kami Dia tumbuh dalam pikulan kami Dia berkembang mekar senyum kami Dia dewasa?, dia masak?, dia siap? Apakah itu oleh kami...! Hijau dia , subur dengan cinta Biru dia , bebas dalam duka Kilau dia , membelah cakrawala Silau dia ,fajar pagi buta Tentram dia , dalam masa senja, Semoga...! Merah darah dia , tumpah oleh kami Putih sendi dia , pundak tangan kami Lebar tangan dia , menadah tangis kami Lebar punggung dia , tempat terbujur kami nanti Dalam sujud diam kami dia disebut Dalam doa sunyi kami dia diteriakkan Dalam nikmat duka kami dia dilafalkan Dia adalah kami, mereka, dan aku   dalam buta Dia adalah suku, agama, ras, bangsa, bahasa serta ragam dalam terangnya karena tanah tumpah darah raya kami adalah dia 22-0...