STP (segmenting, targeting and positioning) : chapter 2
Haloo guys... Jumpa lagi dengan saya presiden Farmers boy site, setelah di chapter-1 kita membahas tentang segmenting, untuk kesempatan kali ini di chapter 2 kita akan membahas targeting dan positioning... Selamat membaca dan semoga bermanfaat ya... 😘
Targeting
Setelah segmentasi pasar selesai, perusahaan harus menyadari kebutuhan dan keinginan segmen yang dipilihnya. Merupakan kepentingan bisnis untuk mengidentifikasi setiap kebutuhan yang belum dimanfaatkan di pasar, karena mungkin ada pelanggan yang mungkin tidak dilayani secara memadai oleh pesaing. Kemudian perlu untuk mengidentifikasi segmen yang paling menguntungkan dan memutuskan segmen mana yang akan dilayani
Menargetkan Pelanggan di Era Digital
Dalam pemasaran klasik, pelanggan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Namun pada kenyataannya, konsumen individu memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Ini adalah aspek inti dari pemasaran yang dipersonalisasi. Saat ini, kemajuan teknologi telah memungkinkan banyak bisnis menjangkau pelanggan potensial mereka dengan menggunakan aplikasi digital dan seluler.
Beberapa perusahaan telah menemukan kembali cara mereka menargetkan konsumen digital untuk memaksimalkan nilai dari mereka, secara individual. Google, Facebook, Ebay dan Amazon antara lain mendominasi pemasaran digital dan mendorong seluruh bidang periklanan ke level lain. Penggunaaninfo pribadi, penjelajahan web, riwayat pencarian, lokasi geografis, aplikasi, dan transaksi Google Play Store telah menjadi arus utama. Google telah mulamenggunakan catatan transaksi untuk membuktikan bahwa iklannya berfungsi, karena mendorong orang untuk melakukan lebih banyak pembelian. Ini memungkinkan Google untuk menentukan keefektifan kampanye iklan digitalnya dan untuk memverifikasi tingkat konversinya.
Positioning
Tahap terakhir dalam pemasaran target adalah posisi produk. Perusahaan memformalkan "pernyataan pemosisian" yang menentukan posisi yang ingin mereka tempati dalam benak pelanggan target mereka, relatif terhadap produk atau layanan pesaing lainnya. Pelanggan terus menerus membandingkan produk atau layanan. Oleh karena itu, pemasar harus membangun strategi positioning mereka untuk meningkatkan persepsi pelanggan (dan prospek) terhadap produk mereka. Posisi produk yang efektif memiliki empat karakteristik penting. Pertama, mereka dibangun berdasarkan manfaat bagi calon pelanggan. Kedua, mereka membedakan produk atau layanan perusahaan tertentu dari pesaing utama. Ketiga, masingmasing perusahaan perlu memiliki keterampilan, sumber daya, dan kredibilitas yang relevan untuk memenuhi pernyataan dan janji tersirat mereka. Akhirnya, posisi yang efektif dapat dipertahankan, yang berarti bahwa pesaing yang agresif tidak dapat bertindak cepat untuk menetralkan atau mendahului strategi pemosisian lainnya.
Komentar
Posting Komentar